penghitung pengunjung

Minggu, 24 Juli 2016

Gerakan macan dan monyet berkelahi jurus andalan silat Cimande

Gerakan macan dan monyet berkelahi, jurus andalan silat Cimande
Makam Abah Khaer di Cimande. ©2013
 - Aliran pencak silat Cimande cukup fenomenal di Jawa Barat. Silat ini tumbuh dan berkembang di Kampung Cimande, Tarikolot RT 10 RW 3, Caringin, Kabupaten Bogor.


Silat Cimande, tidak hanya terkenal di dalam negeri, tapi juga tersohor hingga ke mancanegara. Pasalnya, silat Cimande telah menelurkan perguruan-perguruan pencak silat, hingga kemudian dia disebut aliran ini sebagai ibunya pencak silat.

Menurut sesepuh Kampung Cimande Tarikolot, Raden Haji Ujang Aden, aliran pencak silat Cimande sudah turun temurun dari leluhur mereka sejak berpuluh-puluh tahun bahkan ratusan tahun. Kata Haji Ujang, ada satu tokoh yang cukup terkenal ketika berbicara pencak silat Cimande, yakni Abah Khaer (ada yang menyebut Kaher, Kahir, Kair, Kaer).

"Menurut cerita almarhum bapak, kakek dan buyut, Abah Khaer ini orang yang alim dan mahir pencak silat," ujar Haji Ujang saat berbincang dengan merdeka.com, Jakarta, Minggu (25/8).

Diakui Haji Ujang, banyak versi mengenai cerita Abah Khaer. Pasalnya, orang-orang dulu yang alim dan sakti seperti Abah Khaer enggan diceritakan lebih jauh soal sosoknya.

"Karena rendah hati dan tawaduknya, sebenarnya tidak boleh cerita-cerita. Karena semuanya untuk siar dan dakwah agama Islam," jelasnya.

Salah satu versi menyebutkan, Abah Khaer adalah seorang pedagang dan menetap di Cimande. Abah Khaer sering melakukan perjalanan dari Bogor, Bandung, Subang, Sumedang, Batavia (sekarang Jakarta) dan kota-kota lainnya. Kala itu, kota-kota tersebut masih hutan belantara dan banyak sekali binatang buas seperti harimau.

Suatu hari, saat pulang berdagang, Abah Khaer tidak menemukan istrinya di rumah. Padahal saat itu dia lapar tapi tak hidangan makanan yang tersaji.

Istrinya baru tiba menjelang malam. Karena emosi, Abah Khaer memukul istrinya, tapi hebatnya sang isteri berhasil mengelak.

Usut punya usut, sang istri mengaku belajar jurus-jurus menghindar dari segerombol monyet yang berkelahi dengan harimau sewaktu dirinya berada di sungai. Harimau atau macan itu tadi bertarung dengan monyet yang membawa senjata berupa ranting kayu untuk memukul macan.

Kagum pada jurus itu, agar tak lupa Abah Khaer meminta diajarkan gerakan yang sama ke istrinya. Karena butuh waktu untuk menghapalkan jurus-jurus itu, Abah Khaer memutuskan berhenti berdagang untuk berlatih jurus gerakan perkelahian macan dan monyet.

"Istilah jurus pamacan (macan), jurus papedangan, kelid Cimande, tonjok bareng, dan jurus lainnya, itu mungkin dari perkelahian monyet dan macan yang dipelajari oleh Abah Khaer. Kita sebenarnya nggak boleh menceritakan. Itu pesan leluhur-leluhur karena menjaga sikap rendah hati dan tak mau pamer, biar Yang Maha Kuasa yang tahu," jelas Nci, salah satu anak Haji Ujang.

Jurus Pamacan inilah yang cukup terkenal di Silat Cimande. Kekuatan jurus ini berkutat pad kedua kaki saat pasang kuda-kuda. Kaki melebar dan sedikit jongkok.

Sedangkan posisi tangan, masing-masing terbuka seperti mulut macan yang lagi mengaung. Jika musuh atau lawan datang, tangan digoyang ke kanan dan kiri untuk melayangkan pukulan.

Untuk gerakan kaki sendiri selaras dengan ayunan tangan. Namun, kekuatan tetap bertumpu pada kaki-kaki yang mana suatu saat melakukan tendangan.

"Ada yang model guling-guling seperti macan," tandasnya.

pusat seni beladiri tempat berbagi ilmu tentang seni beladiri -Sejarah Capoeira

Sejarah Capoeira

Capoeira
 
Capoeira merupakan sebuah olah raga bela diri yang dikembangkan oleh para budak Afrika di Brasil pada sekitar tahun 1500-an. Gerakan dalam capoeira menyerupai tarian dan bertitik berat pada tendangan. Pertarungan dalam capoeira biasanya diiringi oleh musik dan disebut Jogo. Capoeira sering dikritik karena banyak orang meragukan keampuhannya dalam pertarungan sungguhan, dibanding seni bela diri lainnya seperti Karate atau Taekwondo.

Capoeira adalah sebuah sistem bela diri tradisional yang didirikan di Brazil oleh budak-budak Afrika yang dibawa oleh orang-orang Portugis ke Brazil untuk bekerja di perkebunan-perkebunan besar. Pada zaman dahulu mereka melalukan latihan dengan diiringi oleh alat-alat musik tradisional, seperti berimbau (sebuah lengkungan kayu dengan tali senar yang dipukul dengan sebuah kayu kecil untuk menggetarkannya) dan atabaque (gendang besar), dan ini juga lebih mudah bagi mereka untuk menyembunyikan latihan mereka dalam berbagai macam aktivitas seperti kesenangan dalam pesta yang dilakukan oleh para budak di tempat tinggal mereka yang bernama senzala. Ketika seorang budak melarikan diri ia akan dikejar oleh “pemburu” profesional bersenjata yang bernama capitães-do-mato (kapten hutan).
Capoeira sangat erat dengan perjalanan sejarah bangsa Brasil, sejarah perbudakan. Pada abad ke 15 dan 16 budak-budak didatangkan dari Afrika bagian barat. Budak-budak berkulit legam ini menjadi salah satu komponen produksi produk perkebunan negeri Brasil yang saat itu dijajah bangsa Portugis.
Mereka diperlakukan tidak manusiawi oleh orang-orang Portugis itu. Seperti hewan ternak, badan mereka diberi tanda dengan cap besi panas. Pada masa itu mereka merupakan “komoditas yang berharga” serupa dengan kopi, gula, vanila.
Kekangan belenggu menumbuhkan hasrat untuk bebas. Mereka kemudian mengembangkan teknik bela diri untuk kepentingan membebaskan diri. Latihan dilakukan sembunyi-sembunyi, dan sarana penyamaran yang paling baik adalah tarian. Karena di Afrika tarian adalah bentuk ekspresi yang paling popular, maka para budak berlatih teknik serangan dan elakan Capoeira diiringi dengan musik, nyanyian, dan tarian.
Invasi Belanda pada 1624-1630 sempat mengacaukan perkebunan dan industri gula di Brasil. Peluang itu dimanfaatkan untuk melarikan diri ke dalam hutan dan membentuk perkampungan. Perkampungan ini dikenal dengan nama Quilombos. Struktur politik dan sosial perkampungan ini mirip dengan suku-suku di Afrika. Kampung ini dipimpin oleh seorang yang ditunjuk karena keberanian dan kemampuannya dalam menghadapi musuh.
Begitu Belanda hengkang dari Brasil, para pemilik budak mengirimkan pasukan bersenjata ke hutan-hutan untuk menangkapi budak-budak dan menghancurkan perkampungan mereka. Para budak menyadari mereka kalah dalam persenjataan, mereka pun mengembangkan sistem bela diri yang mampu melawan senjata. Sistem bela diri ini disebut Capoeira de Angola.
Capoeira sendiri adalah nama tanaman semak belukar di sekitar mereka dan Angola adalah nama negara yang diyakini sebagai asal kelompok budak pertama yang datang ke Brasil. Hingga kini Capoeira terbagi kedalam dua aliran besar, Capoeira de Angola dan Capoeira Regional. Masing-masing memiliki karakteristik sendiri.
Pada tahun 1890 Capoeira dilarang oleh pemerintah. Hingga akhirnya pada tahun 1928 Manoel dos Reis Machado (Master Bimba) memperkenalkan EoLuta Regional Baiana. Sebuah campuran antara Capoeira de Angola dengan Batuque (Capoeira jalanan). Belakangan aliran ini terus berkembang dan dikenal
dengan Capoeira Regional. Kini Capoeira tak lagi dikenal sekedar sebagai sistem bela diri. Capoeirakemudian diakui sebagai aset nasional berupa tarian, olahraga, permainan sekaligus sebuah ekspresi seni akan kemerdekaan.
Biasanya capoeira adalah satu-satunya bela diri yang dipakai oleh budak tersebut untuk mempertahankan diri. Pertarungan mereka biasanya terjadi di tempat lapang dalam hutan yang dalam bahasa tupi-guarani (salah satu bahasa pribumi di Brazil) disebut caá-puêra – beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa inilah asal dari nama seni bela diri tersebut. Mereka yang sempat melarikan diri berkumpul di desa-desa yang dipagari yang bernama quilombo, di tempat yang susah dicapai. Quilombo yang paling penting adalah Palmares yang mana penduduknya pernah sampai berjumlah sepuluh ribu dan bertahan hingga kurang lebih selama enam puluh tahun melawan kekuasaan yang mau menginvasi mereka. Ketua mereka yang paling terkenal bernama Zumbi.
Ketika hukum untuk menghilangkan perbudakan muncul dan Brazil mulai mengimport pekerja buruh kulit putih dari negara-negara seperti Portugal, Spanyol dan Italia untuk bekerja di pertanian, banyak orang negro terpaksa berpindah tempat tinggal ke kota-kota, dan karena banyak dari mereka yang tidak mempunyai pekerjaan mulai menjadi penjahat.
Jika diperhatikan, teknik bela diri Capoeira sangat sedikit menggunakan tangan. Menurut perkiraan hal ini disebabkan oleh tangan-tangan para budak di belenggu rantai. Karena itu Capoeira banyak mengembangkan teknik-teknik menggunakan kaki. Fu Kiau, ilmuwan Kongo, berpandangan lain. Menurut dia, tradisi kuno di Afrika menganggap tangan seharusnya digunakan untuk mengerjakan hal-hal yang baik, sementara kaki sebaliknya. Menurut pepatah kuno Kongo, Mooko mu tunga, malu mu diatikisa (tangan untuk membangun, kaki untuk menghancurkan).
Capoeira, yang sudah menjadi urban dan mulai dipelajari oleh orang-orang kulit putih, di kota-kota seperti Rio de Janeiro, Salvador da Bahia dan Recife, mulai dilihat oleh publik sebagai permainan para penjahat dan orang-orang jalanan, maka muncul hukum untuk melarang Capoeira. Sepertinya pada waktu itulah mereka mulai menggunakan pisau cukur dalam pertarungannya, ini merupakan pengaruh dari pemain capoeira yang berasal dari Portugal dan menyanyikan fado (musik tradisional Portugis yang mirip dengan keroncong). Pada waktu itu juga beberapa sektor yang rasis dari kaum elit Brazil berteriak melawan pengaruh Afrika dalam kebudayaan negara, dan ingin “memutihkan” negara mereka.
Setelah kurang lebih setengah abad berada dalam klandestin, dan orang-orang mepelajarinya di jalan-jalan tersembunyi dan di halaman-halaman belakang rumah, Manuel dos Reis Machado, Sang Guru (Mestre) Bimba, mengadakan sebuah pertunjukan untuk Getúlio Vargas, presiden Brazil pada waktu itu, dan ini merupakan permulaan yang baru untuk capoeira. Mulai didirikan akademi-akademi, agar publik dapat mempelajari permainan capoeira. Nama-nama yang paling penting pada masa itu adalah Vicente Ferreira Pastinha (Sang Guru Pastinha), yang mengajarkan aliran “Angola”, yang sangat tradisional, dan Mestre Bimba, yang mendirikan aliran dengan beberapa inovasi yang ia namakan “Regional”.
Sejak masa itu hingga masa sekarang capoeira melewati sebuah perjalanan yang panjang. Saat ini capoeira dipelajari hampir di seluruh dunia, dari Portugal sampai ke Norwegia, dari Amerika Serikat sampai ke Australia, dari Indonesia sampai ke Jepang. Di Indonesia capoeira sudah mulai dikenal banyak orang, disamping kelompok yang ada di Yogyakarta, juga terdapat beberapa kelompok di Jakarta. Banyak pemain yang yang berminat mempelajari capoeira karena lingkungannya yang santai dan gembira, tidak sama dengan disiplin keras yang biasanya terdapat dalam sistem bela diri dari Timur. Seperti yang pernah dikatakan oleh seorang penulis besar dari Brazil Jorge Amado, ini “pertarungan yang paling indah di seluruh dunia, karena ini juga sebuah tarian”.
Dalam capoeira teknik gerakan dasar dimulai dari “ginga” dan bukan dari posisi berhenti yang merupakan karateristik dari karate, taekwondo, pencak silat, wushu kung fu, dll…; ginga adalah gerakan-gerakan tubuh yang berkelanjutan dan bertujuan untuk mencari waktu yang tepat untuk menyerang atau mempertahankan diri, yang sering kali adalah menghindarkan diri dari serangan.Gerakan dasar Capoeira yang dinamai ginga ini mirip sama orang lagi menari, tapi ini sebenarnya sejenis kuda – kuda.Yang namanya kuda – kuda kalau dilakukan tidak sempurna sudah pasti gampang diserang lawan. Tapi yang unik jadi kuda – kuda pada Capoeira ini selain berguna untuk bertahan dari serangan lawan sekaligus sebagai ancang – ancang untuk menyerang.
Dalam roda para pemain capoeira mengetes diri mereka, lewat permainan pertandingan, di tengah lingkaran yang dibuat oleh para pemain musik dengan alat-alat musik Afrika dan menyanyikan bermacam-macam lagu, dan pemain lainnya bertepuk tangan dan menyanyikan bagian refrein. Lirik lagu-lagu itu tentang sejarah kesenian tersebut, guru besar pada waktu dulu dan sekarang, tentang hidup dalam masa perbudakan, dan perlawanan mencapai kemerdekaan. Gaya bermain musik mempunyai perbedaan ritme untuk bermacam-macam permainan capoeira, ada yang perlahan dan ada juga yang cepat.
Capoeira tidak saja menjadi sebuah kebudayaan, tetapi juga sebuah olahraga nasional Brazil, dan para guru dari negara tersebut membuat capoeira menjadi terus menerus lebih internasional, mengajar di kelompok-kelompok mahasiswa, bermacam-macam fitness center, organisasi-organisasi kecil, dll. Siswa-siswa mereka belajar menyanyikan lagu-lagu Capoeira dengan bahasa Portugis – “Capoeira é prá homi, / mininu e mulhé…” (Capoeira untuk laki-laki, / anak-anak dan perempuan).
Di Indonesia, sama seperti di negara-negara yang lain, kemungkinan Capoeira akan semakin berkembang.
Beberapa gerakan dalam Capoeira:
1. Ginga
2. Handstand
3. Backflip
4. Headspin
5. Handstand Whirling
6. Flare
Flare, Headspin, Windmill harus bisa ke kiri dan ke kanan.
Capoeira tidak saja menjadi sebuah kebudayaan, tetapi juga sebuah olahraga nasional Brasil, dan para guru dari negara tersebut membuat capoeira menjadi terus menerus lebih internasional, mengajar di kelompok-kelompok mahasiswa, bermacam-macam fitness center, organisasi-organisasi kecil, dll. Siswa-siswa mereka belajar menyanyikan lagu-lagu Capoeira dengan bahasa Portugis “Capoeira é prá homi, / mininu e mulhé…” (Capoeira untuk laki-laki, anak-anak dan perempuan).
Di Indonesia, Capoeira sendiri sudah sangat terkenal. Banyak beladiri capoeira yang telah ada di banyak kota-kota di indonesia, Capoeira sangat begitu mudah menarik orang-orang karena dalam Capoeira terdapat berbagai macam seni gerak yang mengagumkan dan juga menjadi daya tarik
tersendiri bagi setiap orang yang melihatnya, gerakan penuh atraksi yang sangat indah
Beberapa gerakan dalam Capoeira:
  1. Ginga
  2. Handstand
  3. Backflip
  4. Headspin
  5. Handstand Whirling
Ginga
GINGA merupakan suatu gerakan dasar capoeira (sebuah kuda – kuda dalam ilmu beladiri lainnya.Ginga dimulai dari posisi paralel, yaitu posisi seperti duduk tanpa kursi, kemudian tarik kaki kiri kebelakang, bersamaan dengan tangan kanan kedepan, ulangi dengan posisi paralel kemudian tarik kaki kanan kebelakang dan tangan kiri kedepan.Ulangi terus hal tersebut sampai tak canggung lagi melakukannya.Perlu diingat, bahwa tangan dan kaki yang digerkan secara bersamaan harus berbeda arah (tangan kanan maka kaki kiri, lalu tangan kiri maka kaki kanan).
Handstand
Handstand adalah tindakan mendukung tubuh dalam posisi yang stabil vertikal terbalik dengan menyeimbangkan di tangan. Dalam handstand dasar tubuh sejajar lurus dengan lengan dan kaki sepenuhnya diperpanjang, dengan tangan berjarak sekitar selebar bahu. Ada banyak variasi handstands, tetapi dalam semua kasus pemain handstand harus memiliki keseimbangan yang memadai dan kekuatan tubuh bagian atas.
Backflip
Backflips bisa dimulai dari posisi, diam berdiri dan mereka juga sering dilakukan segera setelah langkah lain rotasi, seperti sebuah roundoff, sehingga untuk mengambil keuntungan dari momentum sudut dikembangkan pada langkah sebelumnya. Dalam hampir semua kasus, tangan tidak pernah menyentuh lantai selama pelaksanaan flip dan berusaha untuk mendarat dalam posisi berdiri.
Headspin
Headspin adalah sebuah langkah atletik di mana seseorang saldo di atas kepala mereka sambil berputar sepanjang sumbu vertikal tubuh mereka, biasanya tanpa bentuk bantuan lain. Langkah ini umum digunakan dalam Afro-Brasil seni beladiri Capoeira dan breakdance. meskipun b-boy Freeze Kid kadang dikreditkan dengan memiliki menemukan Headspin itu, rekaman pertama yang diketahui dari langkah ini terlihat pada 1933 Anak laki-laki film, Liar di Jalan Raya. Salah satu protagonis film ‘Eddie’ Edward Smith, yang diperankan oleh Frankie Darro, melakukan Headspin pada tanda menit 67.
Handstand Whirling
Tekhnik Dan Jurus Dasar Capoeira
“Sebelum Latihan kita harus di wajibkan memberi salam”
1. Ginga
Ginga ( Jin gah ) adalah Gerakan dasar pada Capoeira.
Pada Capoeira Angola Ginga dilakukan Secara bebas dan sangat individualistis, sedangkan pada Capoeira Regional Biasanya terstruktur, namun Style Pribadi masih diijinkan.
Ginga merupakan sebuah perwujudan Expresi dan Style Pribadi. Ginga dilakukan sebagai persiapan untuk melakukan gerakan-gerakan yang lain, misalnya menyerang, menghindar, mengelak dan gerakan lainnya.
2 . Passape (pah-sah-pay)
Lebih dikenal dengan sebutan meia lua de frente merupakan tendangan setengah putaran depan dengan arah dari luar ke dalam.
Sasarannya adalah daerah muka lawan, selain untuk serangan langsung biasanya dikombinasikan dengan gerakan lainnya semisal Au atau armada.
3. Queixada (kay-sha-da)
Tendangan ini hampir mirip dengan kebalikan passape, dengan arah putaran dari dalam ke luar, sasaran masih daerah muka dan kepala, perputaran kaki dihasilkan oleh momentum dari perputaran tubuh.
paling sering digunakan karena mudah, cukup powerful dan mudah dikombinasikan dengan gerakan lain
4. Armada (ar-mah-dah)
Tendangan memutar, dengan memanfaatkan kekuatan otot dan momentum perputaran tubuh sebelum tangan. Usahakan memutar tubuh lalu melihat lawan dulu sebelum melakukan tendangan
*Perkusi Capoeira*
Pada Sebuah Pertunjukan Capoeira yang sering kita lihat biasanya diiringi dengan suara beberapa alat musik dengan nada dan lagu khas capoeira.
Sebenarnya musik tersebut mengatur ritme, gaya dan energi saat bermain. Pada Capoeira Angola Instrument musik tersebut terdiri dari:
  1. Satu Berimbau Gunga
  2. Satu Berimbau Berra-boi
  3. Satu Berimbau viola
  4. Satu atau dua pandeiros
  5. Satu Atabaquê
  6. Satu Agogô
  7. Satu reco-reco
Penggunaan Instrument musik ini juga dipengaruhi oleh philosophi yang dijalankan masing-masing grupo atau club capoeira yang bersangkutan. Dan umumnya dimainkan pada sesi sparring

Sejarah Asal Usul Bela Diri Capoeira

Saat ini Capoeira telah menjadi hobi sekaligus salah satu olahraga beladiri yang kian digemari masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di daerah perkotaan. Karena keunikannya yang mengkombinasikan seni beladiri, musik, tarian, dan akrobatik. Gerakannya yang khas adalah tarian dan tendangan dengan diiringi musik tradisional. Gerakan dalam capoeira menyerupai sebuah tarian dan bertitik berat pada tendangan. Pertarungan dalam capoeira biasanya diiringi oleh musik dan disebut dengan Jogo. Capoeira sering dikritik karena banyak orang meragukan keampuhannya dalam pertarungan sebenarnya, dibanding seni bela diri lainnya seperti Taekwondo atau Karate.
Capoeira adalah sebuah olahraga bela diri yang dikembangkan oleh para budak Afrika yang dibawa oleh orang-orang Portugis ke Brazil untuk bekerja di perkebunan-perkebunan besar di Brasil pada sekitar tahun 1500-an. Pada zaman dahulu mereka melalukan latihan dengan diiringi oleh alat-alat musik tradisional, seperti berimbau (sebuah lengkungan kayu dengan tali senar yang dipukul dengan sebuah kayu kecil untuk menggetarkannya) dan atabaque (gendang besar), dan ini juga lebih mudah bagi mereka untuk menyembunyikan latihan mereka dalam berbagai macam aktivitas seperti kesenangan dalam pesta yang dilakukan oleh para budak di tempat tinggal mereka yang bernama senzala. Ketika seorang budak melarikan diri ia akan dikejar oleh “pemburu” profesional bersenjata yang bernama capitães-do-mato (kapten hutan).
Capoeira sangat erat kaitannya dengan perjalanan sejarah bangsa Brasil, sejarah perbudakan. Pada abad ke 15 dan 16 budak-budak didatangkan dari Afrika bagian barat. Budak-budak berkulit legam ini menjadi salah satu komponen produksi produk perkebunan negeri Brasil yang saat itu yang dijajah bangsa Portugis. Mereka diperlakukan seperti hewan ternak oleh bangsa Portugis itu. Badan mereka diberi tanda dengan cap besi panas. Pada masa itu mereka merupakan "komoditas yang berharga" serupa dengan kopi, gula, vanila. Kekangan belenggu menimbulkan hasrat untuk merasakan kebebasan. Mereka kemudian mengembangkan teknik bela diri untuk kepentingan membebaskan diri. Latihan dilakukan secara sembunyi-sembunyi, dan sarana penyamaran yang paling baik adalah tarian. Karena di Negara Afrika tarian merupakan bentuk ekspresi yang paling popular, maka para budak berlatih teknik serangan dan elakan Capoeira diiringi dengan musik, nyanyian, dan tarian.
Capoeira sendiri adalah nama tanaman semak belukar di sekitar mereka dan Angola adalah nama negara yang diyakini sebagai asal kelompok budak pertama yang datang ke Brasil. Hingga kini Capoeira terbagi kedalam dua aliran besar, Capoeira de Angola dan Capoeira Regional. Masing-masing memiliki karakteristik sendiri. Pada tahun 1890 Capoeira dilarang oleh pemerintah Brazil. Hingga akhirnya pada tahun 1928 Manoel dos Reis Machado (Master Bimba) memperkenalkan EoLuta Regional Baiana. Sebuah campuran antara Capoeira de Angola dengan Batuque (Capoeira jalanan). Belakangan aliran ini terus berkembang dan dikenal dengan Capoeira Regional. Kini Capoeira tak lagi dikenal sekedar sebagai sistem bela diri. Capoeira kemudian diakui sebagai aset nasional berupa tarian, olahraga, permainan sekaligus sebuah ekspresi seni akan kemerdekaan.
Kalau kita perhatikan, teknik bela diri Capoeira sangat sedikit menggunakan tangan. Menurut perkiraan hal ini disebabkan oleh tangan-tangan para budak di belenggu rantai. Karena itu Capoeira banyak mengembangkan teknik-teknik menggunakan kaki. Fu Kiau, seorang ilmuwan dari Kongo berpandangan lain. Menurutnya, tradisi kuno di Afrika menganggap tangan seharusnya digunakan untuk mengerjakan hal-hal yang baik, sementara kaki sebaliknya. Menurut pepatah kuno Kongo, Mooko mu tunga, malu mu diatikisa (tangan untuk membangun, kaki untuk menghancurkan). Saat ini capoeira telah dipelajari hampir di seluruh dunia, dari Portugal sampai ke Norwegia, dari Amerika Serikat sampai ke Australia. Di Negara Indonesia, sama seperti di negara-negara yang lain, kemungkinan Capoeira akan semakin berkembang. 
Nah, sekian informasi mengenai Sejarah Asal Usul Bela Diri Capoeira, mudah-mudahan apa yang telah dijelaskan diatas dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang bela diri Capoeira tersebut.

Swaka Pasung Laska perguruan seni pencak silat asli Banyuwangi


"Tahun 1972 sampai 1973, seni pencak silat Temenggungan menguasai Jawa Timur," tutur Djanoto kepada Merdeka Banyuwangi.
Pak Supolo (berpeci) sedang melatih Djanoto. ©2016 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Rabu, 23 Maret 2016 11:18
Banyuwangi - Temenggungan, selain kental disebut sebagai wisata seni musik, tari dan batik, ternyata juga memiliki aliran pencak silat bernama Swaka Pasung Laska (SPL). Nama tersebut, baru ditetapkan oleh Djanoto Dulhaji, bersama Sidik Mulyo pada 1970.
Keduanya merupakan murid dari Supolo, guru besar yang mengembangkan ilmu pencak silat di Temenggungan yang memiliki rasa ingin tahu tinggi untuk mempelajari ilmu bela diri. Supolo lahir pada 1890 dan meninggal pada 1978.
"Karena ingin tahu, saat menginjak dewasa, Pak Supolo berusaha melihat orang kuno latihan silat, yang dipimpin Pak Pusponggo. Muridnya hanya satu sampai dua. Karena bukan muridnya Pak Supolo hanya melihat proses latihan itu, lantas di rumah dipraktikkan," tutur Djanoto Dulhaji, saat ditemui Merdeka Banyuwangi di rumahnya, Temenggungan Selasa, (22/3).

Menurut Djanoto, sebelum guru besarnya Supolo menemukan metode baru pencak silat, jurus yang digunakan era itu hanya pukul-kelit, (pukul-menghindar). Sampai akhirnya Supolo berhasil merumuskan bebrapa jurus dan metode bela diri baru. Dia merupakan guru besar atau yang menemukan metode silat asli Temenggungan tersebut.
"Jurus Supolo, setelah ABC jurus dasar, meningkat ke kelitan (menghindar), meningkat lagi ke tangkepan (menangkap), meningkat lagi ke lepasan, orang dipegang bagaimana bisa melepaskan," ujarnya.
Djanoto, sebagai salah satu murid Supolo yang tersisa di Temenggungan, bercerita bahwa silat bukan untuk menyerang orang. Tetapi untuk pertahanan. "Itu Filosofi dari Pak Supolo, jadi banyak yang jurus jurusnya strategi bertahan. Ini belum terbentuk organisasinya. Masih liar," ujarnya.
Baru pada 1970, dia bersama Sidik Mulyo, seorang dokter hewan, mendirikan Swaka Pasung Laska. Swaka memiliki arti tempat, sedangkan Pasung dimaknai membelenggu, dari segala hal termasuk hawa nafsu. Untuk yang terakhir, Laska, bermakna dengan kekuatan satu juta. "Karena tidak terukur kekuatannya, anggap satu juta," jelasnya.

Pendekar SPL tertua dari temenggungan

Djanoto Dulhaji, pria kelahiran 1942 ini menjadi orang yang dipasrahi oleh gurunya Supolo untuk melanjutkan dan melestarikan ilmu pencak silatnya. Pencak silat asli Temenggungan ini akhirnya memiliki nama sejak Djanoto bersama Sidik Mulyo memberi nama Swaka Pasung Laska pada 1970.
"Tahun 1972 sampai 1973, seni pencak silat Temenggungan menguasai Jawa Timur," tutur Djanoto kepada Merdeka Banyuwangi, Selasa (22), saat ditemui di rumahnya, Temenggungan.
"Setelah Pak Polo meninggal, saya yang dipasrahi untuk meneruskan. Saya melatih tidak pilih-pilih, kaya miskin semua. Dan tidak dibayar," jelas Djanoto.

Sebelum terbentuk organisasi SPL, Pak Supolo mengajar dari kampung ke kampung di Banyuwangi. Selain itu, guru besar SPL tersebut juga pernah mengajar ke luar daerah. "Pak Polo pernah mengajar di Bali Klungkung, Karangasem," imbuhnya.
Baru setelah SPL terbentuk, pada tahun sama, yakni 1970, organisasi pencak silat asli Temenggungan tersebut bergabung dengan Ikatan Pemuda Pencak Silat Indonesia (IPSI). Teman seperguruannya menjadi ketua IPSI tersebut. "Sidik Mulyo ketua pertama. IPSI terbentuk pertama kali," ujar Djanoto.

Djanoto, sejak dipasrahi menjadi penerus Supolo, memutuskan lebih menekankan seni pencak silat. "Tahun 1970-an, saya mementingkan seni tradisional pencak silat SPL. Akhirnya sering juara terus kalau soal seni," tuturnya.
Sejak tahun 1970-an, Djanoto menjadi Dewan Pendekar dalam organisasi SPL. Struktur tersebut masih berlaku sampai sekarang. Dia mengaku memiliki ratusan murid dari berbagai daerah, terutama asal Temenggungan sendiri.
"Awalnya muridnya SPL ada ratusan. Saya sudah banyak mengantarkan murid-murid tampil di mana-mana. Jawa Timur, Surabaya, Situbondo, Banyuwangi, Denpasar, Bali, Jakarta," ujarnya.

Karena tidak membeda-bedakan siapa saja yang ingin belajar pencak silat SPL, Djanoto bahkan sering membelikan baju silat pada muridnya. "Saya sering membelikan baju silat pada murid-murid yang tidak mampu," terang Djanoto.
Sekretariat SPL saat ini berada di Jalan Sidopokso Nomor 11, Temenggungan. Saat ini, Djanoto kesulitan mencari tempat latihan yang luas, karena Temenggungan merupakan perkampungan padat penduduk. "Kalau dulu di sini, di sebelah rumah sini. Itu semua masih kosong, belum ada rumahnya," ujarnya, memberi tahu lokasi latihan di samping rumahnya.
Djanoto menjelaskan, dirinya dan SPL akan selalu merangkul semua perguruan silat. "Perguruan silat di luar SPL. Jadi saya anggap saudara semua," tuturnya.

ARTI SALAM PAGAR NUSA (PN)

Keskralan gerakan salam pencak silat NU pagar nusa
History tentang asal usul siapa dan dari mana salam pagar nusa ini diciptakan dan apa tujuan dari salam pagar nusa ini, hingga arti dibalik salam pagar nusa yang merupakan ciri khas pesilat pagar nusa.

Beberapa tokoh pagar nusa yang pernah saya gali ilmunya , terutama tentang arti dari gerakan salam pagar nusa mengatakan "tidak ada sumber kepastian tentang arti dari gerakan salam yang menjadi identitas pencak silat pagar nusa padahal sering kita gerakan "

Tapi ada pula salah satu sesepuh pagar nusa yang mengatakan " Salam pagar nusa ada artinya , tidaklah sebuah gerakan /jurus dalam pencak silat itu tercipa tanpa sebuah maksud dan tujuan , sampean melakukan tendangan saat latihan tunjuan nya buat apa buat menendang kemaluan lawan sampean kan , ucar beliau sambil tertawa." setelah itu beliau menyebutkan dengan singkat arti dari semua gerakan salam pagar nusa, namun sebelum itu beliau juga melemparkan sebuah perkataan tentang saya , " sampean belajar silatnya pagar nusa dimana sitik banget ilmumu" saya jawab hahaha saya kan ambil latihan klas private jadi 3-7 bulan sudah kelar.
beliau menambahkan " ada beberapa faktor keaslian sebuah sejarah itu hilang diantaranya :
  1. Kurngnya kemauan kita dalam menggalai , melestarikan dan mengembangkan
  2. Keihlasan dalam belajar
  3. Tidak serius dalam menuntaskan belajar pagar nusa
  4. Kurangnya pengarahan dari pelatih pembimbing
  5. dan masih banyak lagi. 
Ini hanya sebuah hal yang baik disampaikan untuk kebaikan , jika ini buruk dan tidak layak diajarkan yo di buang ke tong sampah. gampang to..

Pagar Nusa ke sembilan
Sedikit kesimpulan dari guyonan diatas  adalah bahwasannya sesuatu yang baik simana dan oleh siapa kita pernah dengar ya diturunkan pada generasi kita , jika menurut pandangan orang lain itu buruk tentang apa yang kita sampaikan , ya di buang saja ke tong sampah gambang kan...

Berikut arti dari gerakan yang menjadi ciri khas dan identitasa pesilat pagar nusa:

1. Gerakan salam pagar nusa pertama
Download gambar
  • Bertaqwa kepada Allah swt.
  • Dan melambangkan gerakan awal kwajiban sholat.
2. Gerakan salam pagar nusa ke-dua
Download gambar
  • Berdoa
  • Lagoliba illabillah (tiada kemenangan kecuali tanpa pertolongan Allah)
  • Mengingat tujuan hidup dan memperbaiki kesalahan
3. Gerakan salam pagar nusa ke-tiga
Download gambar
  • Amar Ma’ruf
  • Pagar nusa telah ditanamkan sikap menegakkan kebaikan dimana pun berada baik dalam diri maupun menegakkan kebaikan dilingkungan.
4. Gerakan salam pagar nusa ke-empat
Download gambar
  • Nahi munkar 
  • Penanaman sikap nahi munkar bertujuan untuk siap mencegah kemunkaran ketika telah menjadi pesilat sejati pagar nusa.
5. Gerakan salam pagar nusa ke-lima
Download gambar
  • Simbol Mukharomah Walisongo
  • Mengajarkan kepada generasi-ke generasi dalam belajar mengajar dan belajar tidak tanduk dengan menggunakan metode wali dengan cara yang damai.
6. Gerakan salam pagar nusa ke-enam
Download gambar
  • Ikatan Silaturrahim Antar Anggota Pagar Nusa
  • Inilah salah satu tujuan mutlak didirikannya pencak silat pagar nusa , selain berperan sebagai pencak silatnya orang NU, pagar nusa juga berperan penting mengikat tali silaturrahim antar aliran pencak silat dengan menjadikan pagar nusa sebagai wadah.
7. Gerakan salam pagar nusa ke-tujuh
Download gambar
  • Mempertahankan Faham Ahlusunnah wal jama’ah
  • Selain sebagai pencak silat umum pagar nusa juga berperan sebagai garda terdepan pelindung Nahdlatul Ulama yang memegang teguh faham Ahlusunnah wal jama'ah
  • Sedangkan faham ahlusunnah waljama'ah sendiri adalah faham yang merupakan Cultur / tradisi kebudayaan alsi masyarakat Islam nusantara.
8. Gerakan salam pagar nusa ke-delapan
Download gambar
  • Sigap dan siap
  • Gerakan salam pagar nusa yang dengan posisi kuda kokoh ini merupakan gambaran kita dalam teknik penanaman kesigapan karekter dalam melakukan tidakan Amar ma'ruf dan Nahi munkar. dan siap mengabdikan diri pada Agama dan NKRI
9. Gerakan salam pagar nusa ke-sembilan
Download gambar
  • Simbol pencak silat NU Pagar Nusa
  • Gerakan kedua tangan kokoh di depan dada
  • Simbol yang sama ini bisa dipelajari dalam rangkaian jurus dasar paketan dasar TK hingga perguruan tinggi pada hitungan ke-4
10. Gerakan salam pagar nusa ke-sepuluh
Download gambar
  • Nahdlatul Ulama
  • Pagar Nusa adalah salah satu organisasi yang naungi Nahdlatul ulama dan merupakan salah satu badan otonom disruktur ke-NU an. itulah mengapa dalam salam pagar nusa terdapat gerakan yang yang khusus mengartikan keberadaan Nahdlatul ulama dalam Pagar NUsa
11. Gerakan salam pagar nusa ke-sebelas
Download gambar
  • Sebagai benteng kedaulatan Nusa dan Bangsa
  • Disini peserta didik pagar nusa mulai diajarkandan ditanamkan rasa nasionalisme
12. Gerakan salam pagar nusa ke-duabelas
Download gambar

Simbol salam pesilat IPSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia)
Sebagai tanda bukti keseriusan pencak silat pagar nusa dalam pengembangannya , dimana telah resmi terdaftar di organisasi tertinggi pencak silat indonesia , sehingga setiap pendekar pagar nusa dapat resmi pula diijinkan untuk mengikuti semua kompetisi dengan sistem peraturan yang berlaku tingkat nasional hingga internasional.

Semoga bermanfaat
Salam dari anak silat